Wisata Air Terjun

Air Terjun Tuwondo, Air Terjun Musiman yang Mulai Populer di Bantul

Daerah Piyungan, Bantul, merupakan daerah yang memiliki banyak perbukitan, sehingga tak jarang di daerah tersebut terdapat beberapa obyek wisata berbasis pedesaan. Salah satu obyek wisata berbasis pedesaan yang mulai muncul dan populer di Piyungan, yaitu Air Terjun Tuwondo.

Dinamakan Grojogan Tuwondo atau Air Terjun Tuwondo karena berasal dari kata ‘tu’ atau ‘watu’ yang dalam Bahasa Indonesia diartikan ‘batu’ dan ‘wondo’ yang berarti ‘tangga’, sehingga disebut Tuwondo. Sesuai dengan namanya, air terjun ini memiliki ciri khas yang unik, yakni memiliki bentuk yang bertingkat dan menyerupai anak tangga yang muncul dari bebatuan besar.

Air terjun ini memiliki tingkat tiga dimana setiap tingkatannya mempunyai ketinggian sekitar 3-5 meter dan alirannya terbelah menjadi dua. Disekitar air terjun ini terdapat banyak pepohonan hijau dan juga semak belukar. Batu-batuan andesit dan kapur besar juga mempercantik pesona air terjun ini.

Sama seperti air terjun lainnya, bagi kamu yang ingin berkunjung di air terjun ini sangat disarankan pada musim hujan tiba untuk mendapatkan pemandangan derasnya air yang jatuh dan tentunya sangat indah untuk dijadikan latar saat pose selfie atau pun wefie diatas bebatuan besar yang ada disana.

Meski air terjun ini kualitas airnya masih baik dan tidak cemar, sayangnya kamu akan mendapati warna air yang sedikit kecoklatan atau berwarna merah yang membedakannya dengan air terjun lainnya di Bantul. Warna air tersebut disebabkan karena partikel halus dari tanah merah yang banyak terdapat di air terjun. Tak hanya itu saja, disana kamu juga akan mendapai endapan tanah yang tidak hanyut di dasar aliran air terjun. Akan tetapi, kamu tak perlu khawatir air tersebut tercemar karena aliran air tersebut memiliki kualitas yang baik.

Terletak di Dusun Banyakan 3, Sitimulyo, Piyungan, Bantul, akses masuk ke area air terjun Tuwondo ini tidaklah sulit karena telah dibangun jalan masuk yang memudahkan pengunjung. Tidak ada tiket masuk untuk masuk ke obyek wisata ini karena belum dikelola secara resmi oleh Pemda sehingga fasilitas yang diberikan di tempat ini sangatlah minim, bahkan tidak ada kamar mandi umum. Selama di obyek wisata ini pengunjung hanya perlu membayar biaya parkir sebesar Rp. 2.000,- saja.