Wisata Air Terjun

Air Terjun Kedung Kandang, Air Terjun Ciamik di Desa Wisata Nglanggeran

Gunung Kidul memang tak pernah gagal menyuguhkan pesona alam yang menakjubkan. Mulai dari pegunungan, bukit, pantai, bahkan di daerah ini juga terdapat banyak air terjun yang patut dikunjungi oleh wisatawan. Salah satu air terjun yang begitu mempesona di Gunung Kidul yang menarik hati netizen adalah air terjun Kedung Kandang.

Memiliki bentuk yang unik dengan banyaknya tingkatan, air terjun satu ini menawarkan pemandangan alam yang eksotis dengan derasnya air yang jautuh ke bawah dan banyaknya bebatuan, serta dikelilingi oleh areal persawahan bertingkat yang hijau, membuatnya sangat cantik dan mempesona.

Air terjun Kedung Kandang ini memiliki 6 tingkat, dimana pada setiap tingkatnya pengunjung dapat berselfie. Di setiap tingkatan air terjun tersebut juga terdapat bebatuan di tepian maupun di tengah yang dapat kamu gunakan pula untuk duduk bersantai sambil melihat pemandangan sekitar yang masih asri dan alami sekaligus menghirup sejuknya udara pegunungan.

Untuk tingkatan yang agak tinggi, pengelola setempat pun telah menyediakan tangga bagi pengunjung yang angin berada di tingkatan yang lebih tinggi. Tangga tersebut diletakkan di pinggir atau tepian tingkatan air terjun sehingga tangga tersebut tidak licin dan berair, serta aman untuk digunakan.

Akan tetapi, sayangnya air terjun ini hanyalah musiman, sehingga pengunjung direkomendasikan datang ke obeyk wisata ini pada musim hujan atau perpindahan dari musim hujan ke musim kemarau karena pada musim kemarau air terjun ini benar-benar mengering.

Berada di dusun Gunungbutak, Desa Nglanggeran, Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunung Kidul, obyek wisata ini dekat dengan Gunung Api Purba Nglanggeran dan masih dikelola oleh masyarakat setempat yang tergabung dalam Desa Wisata Nglanggeran.

Belum ada retribusi masuk bagi kamu yang ingin berkunjung ke tempat ini, sehingga fasilitas belum tersedia. Disana hanya ada rumah penduduk yang menyediakan penitipan sepeda motor dan menjual makanan ringan.

Dari parkiran, untuk sampai ke air terjun tersebut kamu harus melewati jalan setapak dengan jarak sekitar 900 m dan masih benar-benar tanah. Selama perjalanan untuk menuju air terjun tersebut, pengunjung akan disuguhkan dengan pemandangan masyarakat sekitar yang sedang bercocok tanam.